Jumat, 31 Januari 2014

IPA FISIKA : ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA

A. Pengertian Zat Adiktif
Zat adiktif adalah zat kimia yang apabila dikonsumsi dapat mengakibatkan ketagihan atau kecanduan baik fisik maupun psikologis. Contoh zat adiktif adalah narkoba (narkotika dan obat - obatan berbahaya). Narkotika adalah bahan yang mempunyai daya kerja pembiusan sehingga dapat mengganggu kesadaran dan dapat mengakibatkan ketergantungan akan bahan tersebut.
Berdasarkan pengaruh terhadap susunan saraf pusat, zat adiktif dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
 * Stimulan adalah golongan obat-obatan yang sangat efektif dalam memberikan rangsangan terhadap otak dan system syaraf. Contoh stimulan, yaitu: kokain dan amfetamin (ekstasi).
* Depresan adalah golongan obat-obatan yang dapat mengakibatkan turun nya tingkat kesadaran. Contoh:  morfin dan barbital.
* Halusinogen adalah golongan obat-obatan yang menyebabkan timbulnya halusinasi (khayalan). Contoh: LDS dan ganja. 

B. JENIS DAN PENGGOLONGAN ZAT ADIKTIF
  • NARKOBA 
Narkoba ada yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetik maupun semisintetik. Macam-macam narkoba : 
Jenis candu , candu adalah jenis zat dari tanaman papaver somniferum, yang berisi zat kimia aktif. Macamnya yaitu: heroin, kokain, dan morfin.
* Jenis coca, coca adalah jenis tumbuhan yang dipergunakan daunnya untuk dikeringkan, kemudian diolah. Hasilnya berupa serbuk putih yang tidak berbau, yang disebut kokain. Penggunaannya dengan cara dihisap.
* Jenis LSD (Lisesic Acid Diethylamid), jenis obat yang sering disalahgunakan, dapat menyebabkan penyakit epilepsy, gila dan kanker darah. 
* Jenis ganja (Cannabis sativa), pada bagian tanaman ganja, yang mengandung zat pembius adalah getahnya (dari bunga/daun muda). Awalnya, ganja dipakai sebagai obat untuk rasa nyeri/sakit, tetapi  ternyata menimbulkan efek membahayakan, sehingga ganja tidak lagi dipergunakan sebagai pengobatan. Pengisapan ganja dapat digunakan dengan cara dicampur dengan rokok dan dimasukkan ke dalam permen.

Ciri - ciri pengguna narkotika :
1. mata akan terlihat sembab
2. kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
3. terlihat sering melamun
4. pendengaran mulai berkurang
5. sulit berpikir dan kacau dalam berbicara
6. perasaan gembira dan selalu tertawa, tetapi dapat juga cepat marah dan kurang bergairah.

Gangguan yang diakibatkan karena kecanduan narkotika :
1. Gangguan fisik :
* mata terlihat cekung, sering berair dan merah.
* muka pucat, bibir kehitaman, sering berkeringat, dan sendi-sendi terasa ngilu
* tangan penuh dengan bintik merah dan ada tanda bekas luka sayatan
* buang air besar dan kecil tidak lancar, perut sering terasa sakit tanpa alasan yang jelas, dan kepala terasa nyeri. 

2. Gangguan emosi :
* sangat sensitive, mudah bosan, dan mudah curiga
* berbicara kasar dan tidak ragu untuk memukul orang disekitarnya

3. Gangguan perilaku :
* menunjukan sikap tidak peduli dan acuh pada keluarga
* bersikap malas dan tidak bertanggung jawab
* sering berbohong dan selalu ingkar janji

  • ALCOHOL (MINUMAN KERAS)
Alcohol murni berupa zat cair, tidak berwarna, dan baunya segar. Bahan ini dapat dihasilkan dari peragian dan ekstrasi buah anggur, apel, kismis, dan sebagainya. Alcohol disebut juga spiritus. Dalam jumlah kecil, alcohol dapat merangsang semangat dan member rasa segar, tetapi jika dalam jumlah besar dapat memperlambat reaksi tubuh. 
Minuman keras ini sdikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu: 
-          Minuman keras golongan A , kadar etanol antara 1-5 % , contoh: bir
-          Minuman keras golongan B , kadar etanol antara 5-20% , contoh: anggur dan wiski 
-          Minuman keras golongan C , kadar etanol antara 20-55% , contoh: arak dan wine

  •  PSIKOTROPIKA 
Psikotropika yang berpotensi sebagai penyebab sindroma ketergantungan digolongkan menjadi 4, yaitu: 
- Psikotropika golongan I , jenis ini mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan pada tingkat I (paling kuat) dan dinyatakan sebagai bahan terlarang, misalnya ekstasi. 
- Psikotropika golongan II , jenis ini mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan sindrom ketergantungan pada tingkat II, misalnya fleksiklidine (PCP).
- Psikotropika golongan III , jenis ini mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan sindrom ketergantungan pada tingkat III, misalnya flunitra-zepam, rohipnol, dan megadon. 
- Psikotropika golongan IV , jenis ini mempunyai potensi yang kuat dalam meyebabkan sindrom ketergantungan pada tingkat IV, misalnya Alprazoma (xanax), Bromazepam (lexotan), diazepam (valium), estazolam (esilgan), dan frisium.


C. CONTOH ZAT ADIKTIF LAINNYA 
  • Inhalan
inhalan adalah zat yang bahan-nahan nya terdiri atas larutan-larutan yang mudah menguap (lem, aerosol, pengharum ruangan) dan gas nitrous oksida/gas tertawa, butana, propane, helium, anestesi/pembius.
Zat inhalan mempunyai bau yang menyengat tajam dan uapnya dapat masuk ke paru-paru, kemudian menjalar kejaringan saraf(otak).
  • Nikotin (rokok)
rokok dibuat dari daun tembakau yang dikeringkan. Dalam tembakau, terdapat racun alcohol yang bernama nikotin (2%-6%)
nikotin berupa minyak yang rasanya pahit dan jika dalam udara warnanya cokelat. Kecanduan nikotin akan merangsang syaraf pusat dan syaraf tepi untuk memacu kerja kelenjar sehingga menguncupkan usus kelenjar darah.
Beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat merokok adalah: bronchitis, empisema, infeksi tengggorokan, noda nikotin pada gigi.
Orang yang merokok disebut perokok aktif dan orang yang tidak merokok, tetapi secara tidk langsung menghirup asap rokok orang lain disebut perokok pasif.
  • Kafein  (kopi dan teh)
kopi dan teh mengandung zat kimia yang tergolong stimulan, yaitu kafein.
Kafein berkhasiat untuk menstimulasi susunan syaraf pusat dengan efek menghilangkan rasa lapar, letih, dan mengantuk. Kafein dapat meningkatkan daya konsentrasi dan suasana jiwa.


CIRI - CIRI PECANDU NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif)
 1. Perubahan Fisik:
* sering menguap padahal tidak mengantuk
* sering pusing
* batuk dan pilek berkepanjangan
* sesak napas
* takut air
* mulut berbau
* tubuh kurus
* otot kaku
* demam
* diare / perut melilit

2. Perubahan emosi :
* mudah tersinggung
* emosi tidak stabil
* penuh kebencian
* sering berbohong
* agresif (mudah marah)
* senang menyendiri
* malas belajar
* banyak menghabiskan waktu di kamar mandi
* suka ingkar janji


Selain merugikan, sebenarnya dengan penggunaan yang tepat, narkotika dan psikotropika dapat bermanfaat di bidang kedokteran :

1. Morfin sebagai penghilang rasa sakit
2. Barbaturat sebagai obat bius sebelum operasi
3. Amfetamin sebagai penghilang depresi
4. Metadon untuk membantu rehabilitasi pecandu NAPZA


# maaf bila ada yang kurang. terima kasih telah mengunjungi blog saya . semoga bermanfaat  ^^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar